Jumat, 16 September 2011

UMAR BIN KHATTAB

Nama lengkapnya adalah Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza,dilahirkan di Mekkah,dari bani Adi salah satu rumpun suku Quraisy.Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi saw yaitu Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara yang haq dan bathil.Umar juga dikenal dengan fisiknya yang sangat kuat.di Mekkah ia ditakuti dan terkenal sebagai juara gulat.
Awalnya Umar sangat keras menentang dakwa Rasulullah,Bahkan suatu saat Umar sudah berketetapan hati untuk membunuh Rasulullah saw.Saat mencarinya ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu’aim bin Abdullah)yang memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam.Ia langsung pulang ,dan dirumahnya ia memukul saudaranya yang dijumpai sedang membaca Al-Qur’an surat Thoha.Melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba.dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat.Ia sangat terguncang oleh isi Al Qur’an tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari itu juga.
Disisa hidupnya ia menjadi sahabat Rasulullah saw yang sangat getol membela Nabi.Disaat sudah ada perintah untuk berdakwa secara terbuka dan kaum muslimin berhijrah keMadinah.Ia menantang kaum kafir Quraisy.”Barangsiapa yang ingin ibunya meratap,istrinya menjadi janda,dan anaknya menangis kehilangan,silahkan menyusulku,”ucapnya.
Umar juga berperan dalam perang Uhud,perang Badar,perang Khaibar dan perang ke Syiria.Pada tahun 13 Hijriah atau 634 Masehi Abu Bakar wafat dan Umar menjadi Khalifah.Selama kekhalifahannya Umar dikenal dengan sifat kesederhanaannya dan kuatnya menjaga amanah.
Pada saat penaklukan Syiria yang kemudian berujung pendudukan Yerussalem,pasukan Islam datang  dengan peralatan lengkap dan mentereng.Mereka disambut meriah oleh pemuka Yerussalem.Dan terjadi pemandangan ganjil,Umar sang khalifah datang dengan baju yang sangat sederhana dengan menunggang unta merah,tanpa pengawal hanya ditemani seorang pembantu dan hanya membawa kantung makanan dan air.
KesahajaanUmar ini yang membuat ia sangat disegani  prajuritnya dan musuh-musuhnya.Dibawah kepemimpinannya,Islam terus menyebar dari Persia,Asia tengah,Turkmenistan,Azerbaijan,hingga ketimur wilayah Afghanistan
Umar wafat pada tahun 23 Hijriah atau 644 Masehi saat sholat subuh,seorang asal Parsi Firus menikamnya dan mengamuk di masjid dengan pisau beracun.Enam orang lainnya tewas,sebelum Firus sendiri juga tewas.Menurut sejarah ini adalah pembunuhan pertama seorang muslim oleh muslim lainnya.
Umar seorang yang berani berijtihad.Dalam kepemerintahannya ia membentuk departemen-departemen.Ia tidak lagi membagikan harta rampasan perang untuk pasukannya melainkan menetapkan gaji buat mereka.Umar memulai penanggalan Hijriah,dan melanjutkan pengumpulan catatan ayat Al-Qur’an yang dirintis Abu Bakar.ia juga memerintahkan Sholat terawih berjamaah
Menurut Riwayat  suatu waktu Ali terpesona melihat lampu-lampu masjid menyala pada malam hari dibulan Ramadhan.”Ya Allah,Sinarilah makam Umar sebagaimana masjid-masjid kami terang benderang karenanya.”doa Ali

 “Semoga Allah Mengganti Yang lebih baik”(Ummu Salamah,Istri Rasulullah saw)

Hingga tahun ke-4 hijrah,kaum muslimin masih sering mendapat ancaman.Belum genap dua bulan setelah perang uhud(Syawal 3H)terdengar kabar Bani As’ad bin Khuzaimah bersiap menyerang madinah.
Meski belum pulih,Nabi saw mengutus satuan mujahidin sebanyak 150 sahabat.Nabi saw bermaksud memadamkan potensi gangguan yang muncul.Nabi saw menunjuk Abu Salamah ra sebagai komandan.Padahal luka Abu Salamah waktu perang uhud belum sembuh.
Dengan izin Allah swt,Abu Salamah berhasil melumpuhkan Bani Asad bin Khuzaimah.Mereka kocar-kacir dan meninggalkan senjata dan ternak yang banyak.
Namun infeksi luka Abu Salamah makin parah.Menjelang kematiannya,terjadi dialog yang mengharukan dengan istrinya.Ummu Salamah ,istrinya berkata.”Aku mendengar jika seorang istri ditinggal mati suaminya,sementara suaminya menjadi penghuni surga lalu istrinya tidak menikah lagi maka Allah swt.Akan mengngumpulkan mereka kembali dalam surge.Karena itu aku akan bersumpah bahwa engkau tak akan menikah lagi(seandainya aku mati lebih dulu)dan aku tak akan menikah lagi setelah engkau mati.”
Abu Salamah bertanya,”Apakah engkau mau taat padaku?,”
“ya.”
“jika aku mati lebih dulu,maka menikahlah lagi.”ucap Abu Salamah lalu berdoa,”Ya Allah,jika aku mati berilah Ummu Salamah seorang suami yang lebih baik dariku yang tak akan membuatnya sedih dan tak akan menyakitinya.”
Tak lama kemudian Abu Salamah ra berpulang kehadirat-Nya.Ummu Salamah menceritakan ,”Waktu suamiku meninggal aku bersyair:
“Kini dia sendiri dan berada ditempat asing,Aku akan menangis sekuat-kuatnya.”
Kemudian Nabi saw berta’ziah Dan menasehati Ummu Salamah,”Apakah engkau ingin memasukkan setan kerumahmu(dengan menangis keras)yang telah dibebaskan Allah darinya?.”Ummu Salamah langsung menahan tangisnya.
Lalu Nabi saw melihat jenazah Abu Salamah dan menutupkanmatanya yang terbuka seraya bersabda,”Sesungguhnya ketika ruh ditarik,mata mengikutinya.”
Saat itu Nabi saw masih mendengar tangis keras diantara kerabat Abu Salamah.Nabi saw menegur,”janganlah mendoakan diri sendiri kecuali dengan doa yang baik-baik karena malaikat akan mengamini doa yang kalian ucapkan.”
Lantas Nabi saw berdoa,”Ya Allah,Ampunilah dosa Abu Salamah,tinggikanlah derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk,berilah pengganti yang baik bagi segenap keluarga yang ditinggalkan,ampunilah dosa kami dan dosanya,Wahai Tuhan Semesta Alam,lapangkanlah kuburnya serta berilah cahaya yang menerangi didalamnya.”(HR.Muslim)
Ummu Salamah bertanya kepada Nabi saw,”Apa yang harus kuucapkan (dalam musibah ini)?.”Nabi saw menjawab.”sesungguhnya kita ini milik Allah dan kita akan kembali kepada-Nya dan Ya Allah,berilah ganti yang lebih baik darinya(musibah ini).”
Sejak itu Ummu Salamah sering berkata sendiri,”siapakah diantara orang muslim yang lebih baik dari Abu Salamah?kami termasuk keluarga yang masuk islam.”adakah muslim yang lebih hebat dari suaminya yang berhijrah ke Habasyah(Ethopia)ke Madinaahbersama Nabi saw.dalam perang Badar maupun Uhud?
Ternyata Allah swt.mengabulkan doanya.Allah swt.mengganti Abu Salamah dengan Rasulullah saw,Ketika massa iddah-nya selesai.Nabi saw mengutus Hathib bin Abi Baltha’ah ra untuk meminangnya
Ummu Salamah berkata,”Sampaikan kepada Rasulullah saw.Aku adalah seorang pencemburu.aku juga mempunyai anak-anak yang masih kecil dan aku tidak punya wali disini.”
Ummu Salamah merasa tersanjung sekaligus kuatir.ia kuatir keadaannya merepotkan Nabi saw.Abu Salamah meninggalkan empat anak:Zainab,Umar,Durrah,dan Salamah
Nabi saw. Berkata kepada Hathib,mengenai anak,maka Allah akan mencukupi kebutuhan anak-anaknya.Dan mengenai pencemburu,maka aku berdoa kepada Allah agar menghilangkan kecemburuannya.Mengenai wali,maka semua walinya akan setuju denganku.”Ummu Salamah akhirnya menerima pinangan Nabi saw.
Diantara hikmah dari pernikahan ini adalah Ummu Salamah banyak membantu Nabi saw.mendidik kaum wanita.Ummu Salamah dikenal sebagai wanita yang cerdas dan pandai pidato.ia sering memberikan usulan kepada Nabi saw dalam beberapa hal.
Ummu Salamah banyak meriwayatkan hadist Nabi sebagaimana istri nabi lainnya.Inilah salah satu bukti keberhasilan pengkaderan Nabi saw dalam dakwah dan pendidikan.
Wanita Mulia Yang Berjiwa Besar(Saudah binti Zum’ah ra,Istri Rasulullah saw)
Setela Khadijahra wafat,Rasulullah saw merasa kehilangan.Apalagi itu terjadi tidak lama berselang dari meninggalnya paman Beliau,Abu Thalib.Wafat di waktu hampir bersamaan .Maka tahun itu (ke-10 kenabian)dikenal dengan ‘Amul Huzni yaitu tahun duka cita
Dalam keadaan demikian,tidak ada seorang pun berani menanyakan kepada Beliau mengenai pernikahan,Akhirnya,Khaulah binti Hakim ra,istri Ustman bin Mazh’un(termasuk sahabat Nabi generasi pertama),memberanikan diri bertanya.”Wahai Rasulullah,tidakkah anda ingin menikah lagi?”
“Dengan siapa?”Tanya Nabi saw.
“Ada dua.yang satu gadis dan yang satu janda.”
“Siapa yang gadis?”
“Ia adalah putri orang yang paling anda cintai,Aisyah binti Abu Bakar.”
“Lalu yang janda siapa?”
“Saudah binti Zum’ah,ia adalah wanita yang mulia dan beriman kepadamu.”
“Kalau begitu berangkatlah kamu dan tanyakan kepadanya(Saudah)apakah dia bersedia.”
Kemudian Khaulah menemui Saudah bin Zum’ah ra (Saat di Mekkah)Khaulah berkata,”Kebaikan dan kebahagiaan macam apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu?”Saudah berkata heran,”Apa maksudmu,wahai Khaulah?”Khaulah menjawab”Rasulullah saw mengutusku untuk menyampaikan lamarannya kepadamu.”Sandah menjawab,”Tentu aku menerimanya.Tapi temuilah ayahku dan bicarakan hal ini dengannya.”sang ayah pun setuju.
Kemudian Rasulullah saw melangsungkan akad nikah dengan Saudah.Beliau memberikan mahar sebesar 400 dirham.Saat itu saudah berusia 55 tahun lebih tua dari Rasulullah saw.dan janda dari sahabat As Sakran bin ‘Amr ra.Saudah adalah seorang wanita berpostur tinggi,besar,gemuk dan tidak berparas cantik.
Keistimewaan Saudah adalah sahabat wanita yang termasuk as saabiquunal awwaluun(generasi pertama masuk islam).Ia masuk Islam bersama suaminya terdahulu.Kaum musryikin Quraisy sering menyiksa As Sakran dan keluarganya karena keislamman mereka.Kemudian keduanya dan beberapa sahabat hijrah ke Habasyah (Ethiopia)atas petunjuk Nabi saw.
Selang beberapa lama,keduanya kembali ke Mekkah dan berkumpul bersama Nabi saw.Tak lama setelah itu,As Sakran meninggal dunia.ada yang menyebutkan bahwa Ia wafat dalam perjalanan pulang dari Habasyah.Ketika Nabi saw menikahinya ia bergelar ummul mukminin(Ibunda kaum mukminin).
Setelah beberapa tahun ,Nabi saw menikah lagi dengan Aisyah ra.Aisyah ra sering memuji Saudah karena keluhuran akhlaknya,”aku tidak pernah menemukan seorang wanita yang lebih kusukai jika diriku menjadi dirinya,selain Saudah binti Zum’ah.Seorang wanita yang kekuatan jiwanya luar biasa.”
Saudah juga sangat mencintai Aisyah.Saat dirinya semakin tua,Saudah memberikan gilirannya sebagai istri Nabi saw kepada Aisyah.Saudah berkata,”Wahai Rasulullah,aku hendak memberikan hari giliranku bersama engkau kepada Aisyah.”Nabi saw pun menerimanya.
Dalam beberapa kesempatan,Aisyah sering bercanda dengan Saudah.Suatu saat,Aisyah ra menemui Nabi saw dengan membawa makanan(semacam bubur)
Aisyah berkata kepada Saudah yng saat itu berdiri dibelakang Nabi saw.”Makanlah.”Saudah menolak.Aisyah berkata lagi,”Makanlah.Jika engkau tetap menolak,akan kulumuri mukamu dengan ini.”Saudah tetap menolak.Aisyahpu mencoreng wajah Saudah.
Nabi saw tersenyum lalu menarik tangan Saudah dan memasukkan kedalam makanan seraya berkata kepada Saudah,”balaslah.”Saudah pun membalasnya.Rasulullah saw tersenyum lebar.Tiba-tiba Umar datang,”Wahai hamba Allah,wahai hamba Allah!”Nabi saw menduga Umar hendak masuk.Lalu,Beliau berkata kepada keduanya,”masuklah dan basuhlah muka kalian .”Aisyah ra melanjutkan,”Sejak itu,aku merasa takut kepada Umar,Karena Rasulullah sendiri segan kepadanya.”
Allah menakdirkan Saudah memiliki usia yang cukup panjang.Wanita mulia itu hidup hingga masa kekhalifahan Umar bin Khatab

Utamakan Lapar Ilmu Daripada Lapar Makanan( riwayat Abu Hurairah)


Meski hanya empat tahun hidup bersama Rasul saw.sebelum wafat beliau,namun ia telah menghafal dan meriwayatkan 5.374 hadist dari Nabi saw
Nama aslinya Abdurrahman bin Shakhr Ad Dausi.Ia masuk islam pada7H.Setelah ia masuk islam,ia tinggal di masjid Nabawi.Ia termasuk Ahlus Shuffah(ahli Shuffah)
Ahli Shuffah adalah orang islam yang dianggap tamu oleh Nabi saw.Mereka tidak punya tempat tinggal dan tidak punya kerabat di madinah.Mereka tinggal di halaman masjid  Nabawi.Jika Nabi saw mendapatkan Shodaqoh,Beliau segera mengirimkan kepada mereka dan Beliau tidak mengambil sedikitpun..Kalau mendapat hadiah,maka Nabi saw mengirimkannya kepada ahli shuffah dan Beliau mengambil sedikit atau Beliau memakannya bersama mereka.
Abu Hurairah selalu menemani dan melayani Rasulullah saw.kapanpun dan dimanapun Beliau berada.Karena itu ia mendapat banyak ilmu dari Nabi saw.Maka ia mampu menghafal lebih banyak hadist daripada sahabat lain yang lebih senior
Salah satu kelebihan Abu Hurairah adalah Rasa hausnya akan ilmu mengalahkan rasa laparnya terhadap makanan
Suatu hari,Abu Hurairah menceritakan keadaannya,ia berkata”Demi Allah,yang tiada tuhan selain dia.Aku pernah merapatkan perutku ketanah karena lapar.aku pernah mengikat batu di perutku.Aku juga pernah terduduk kelaparan disebuah jalan yang biasanya dilalui orang.Dari kejauhan,Nabi saw tersenyum saat melihatku.Sepertinya beliau tahu keadaanku setelah melihat ekspresi wajahku dan posisi tubuhku.”
Kemudian Nabi saw memanggil,”Wahai Abu Hirr(Panggilan akrab Abu Hurairah,artinya pemilik kucing kecil)
“Labbaik ya Rasulullah”
“Ikutlah denganku,”ucap Nabi saw
Lalu  Abu Hurairah menemani Nabi saw menuju salah satu rumah keluarga beliau.Nabi saw pun masuk.Abu Hurairah minta izin masuk.Dan beliau mengizinkannya.Disana ada segelas susu Nabi bertanya kepada penghuni rumah,”Dari mana asal susu ini?”
“Seorang wanita menghadiahkan untuk engkau,wahai Rasulullah,”jawab penghuni rumah.
“Wahai Abu Hirr.”
“Labbaik ya Rasulullah,”jawab Abu Hurairah.
“Temui Ahli Shuffah itu,Ajaklah kemari.”
Saat memanggil Ahli Shuffah,Abu Hurairah berkata sendiri,”mengapa susu ini diberikan kepada Ahli Shuffah/Padahal aku yang paling pantas untuk minum susu itu agar kekuatan saya pulih.Apabila Ahli Shuffah kemari,Beliau pasti menyuruh saya memberikan susu itu kepada mereka dan kemungkinan saya tidak mendapat bagian dari susu itu.Maka,perasaanku jadi tidak enak karena ini.Tapi taat kepada Allah dan Rasul harus diutamakan.
Inilah salah satu kelebihan akhlak  Abu Hurirah.Ia menjaga harga dirinya meski hidup kekurangan.ia tidak meminta-minta.ia pernah tergeletak diantara mimbar Nabi saw.dan kamar Aisyah(disekitar masjid Nabawi)lalu ada yang melewatinya dan menginjak lehernya.ia mengira Abu Hurairah orang gila.Padahal ia tergeletak karena lapar.
Setelah Ahli Shuffah tiba dan duduk mengelilingi Nabi saw.Kemudian Nabi saw berkata ,”Wahai Abu Hirr.”
“Labbaik ya Rasulullah.”
“Ambil susu itu dan bagikan kepada mereka.”
Abu Hurairah berkata sendiri,”Aku sangat berharap aku mendapat bagian dari susu ini.dan ini bukan berarti aku tidak taat kepada Allah dan dan Rasul sama sekali.”
Namun ia tetap melaksanakan perintah Nabi saw.ia memberikan susu ini kepada Ahli Shuffah.Satu persatu minum sampai puas..Dengan izin Allah,susunya tidak habis-habis meski telah diminum banyak orang.Setelah semua minum,Nabi mengambil gelas itu.Nabi saw memandang Abu Hurairah sambil tersenyum.
“Wahai Abu Hirr.”
“Labbaik ya Rasulullah.”
“sekarang tinggal aku dan kamu.”
“engkau benar wahai Rasulullah.”
“Duduklah dan minumlah.”
Maka Abu Hurairah duduk dan meminumnya.Minumlah ucap Nabi saw lagi.Ia pun meminumnya lagi.Dan Rasulullah berkali-kali menyuruhnya minum.Ia terus minum hingga akhirnya berkata,”tidak,demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran!perut saya tidak muat lagi.”Lantas Nabi saw bersabda,”bawa dan kemudian meminumnya.   kemari gelas itu.”Kemudian  Nabi saw.Memuji Allah,Menyebut Asma-nya

 Aku bukan pemilik ka’bah (Abdul Muthallib – Kakek Nabi Muhammad saw)

Pada pertengahan abad ke-6 (tahun 570) masehi Pemerintah di Hijaz yang berpusat di Mekkah berada ditangan Abdul Muthallib yang mana sebagai pemimpin Mekkah. Sedang negeri Yaman dikuasai seorang Nasrani bernama Abrahah Al-Asyram yaitu Panglima perang dari Kerajaan Habsyi
Abrahah sangat cinta pada agama, ia mendirikan gereja dan ingin gereja itu sebagai pusat berkumpulnya rakyat diseluruh jazirah arab. Pendek kata gereja itu dijadikan seperti Ka’bah. Keinginan seperti itu tidak akan tercapai jika Ka’bah belum dihancurkan dahulu. Kemudian Abrahah menyiapkan bala tentara berkendaraan gajah dan adapula 60.000 tentara bersenjata lengkap
Abrahah mengirim utusan kepada pucuk pimpinan pemerintahan di Mekah yaitu Abdul Muthallib untuk menyatakan kehendaknya yaitu ia tidak akan menyerang  penduduknya tetapi hanya hendak merobohkan ka’bah juga menyatakan siapa yang melawan akan dimusnahkan pula.
Abdul Muthallib menerima kabar dengan tenang dan memasrahkan keselamatan ka’bah kepada Allah karena kekuatan kaum Quraisy dan bangsa Arab di Mekkah tidak mungkin dapat menahan serangan  Abrahah
Tentara Abrahah bergerak dan tiba di gerbang mekkah lalu mereka beristirahat.Ketika itu  Unta-unta kepunyaan kaum Quraisy sedang digembalakan disana.200 ekor unta(riwayat lain 400 ekor)milik Abdul Muthallib dan penduduk lain dirampas tentara Abrahah
Sementara itu,banyak kepala kabilah mendatangi Abrahah dan memohon agar ia mengurungkan niatnya.Mereka berjanji akan memberikan sepertiga dari kekayaannya asal dia membatalkan rencananya.Abrahah tetap tidak bergeming
Abdul Muthallib tetep tenang,dia hanya berkata akan segera menemui Abrahah.Abrahah menyambut baik dan terkesan dengan penampilan Abdul Muthallib yang berwibawa dan rupawan.bahkan Abrahah sendiri yang mempersilahkan duduk.Saat itu Abdul Muthallib hanya meminta agar Abrahah mengembalikan  unta-unta milik orang Quraisy dan miliknya yang dirampas.
Mendengar itu,Abrahah terperanjat lalu mengejek,”Tidakkah kau pikirkan bahwa kedatanganku ini hendak merobohkan ka’bah,kiblat persembahanmu dan rumah suci bangsamu?mengapa  kau tidak meminta agar aku melindungi kemuliaan ka’bahmu itu agar aku mengurungkan niatku hendak menumbangkannya?tetapi yang kau minta hanya barang yang serendah itu saja!kau hanya meminta 200 unta milikmu supaya dikembalikan kepadamu,pada hal sebenarnya aku menanti darimu permintaan supaya aku tak merusak ka’bah yang kalian puja-puja itu!”.
Abdul Muthallib hanya menjawab”Aku hanya pemilik unta.Maka aku wajib memeliharanya.Adapun Ka’bah,itu bukan urusanku. Dia punya pemilik sendiri. Itu jadi urusan yang memilikinya, yaitu Tuhan. “
“Dapatkah Tuhan pemilik Ka’bahmu itu menghalang-halangi keinginanku untuk merobohkannya ?” tanya Abrahah dengan agak menghina
“Itu bukan urusanku bukan urusan Tuhan. Tuhanlah yang memeliharanya.”
“Jadi engkau tidak mengharapkan sesuatu yang berkenan dengan niatku akan menghancurkan Ka’bah?”
“Tidak”
Demikianlah sampai berulang-ulang Abrahah bertanya. Tetapi Abdul Muthalib menjawab dengan cara satria.
“Tidak!”
Akhirnya, ternak milik kaum Quraisy dikembalikan. Lalu Abdul Muthalib pulang dan menyuruh segenap penduduk mengungsi kegunung. Abdul Muthalib mampir ke Masjidil Haram dan Thawaf. Dengan jiwa merintih, dia menyerahkan Ka’bah kepada Tuhan sambil berdoa semoga Allah melimpahkan rahmatnya atas rumah suci-NYA dan kepada segenap penduduk yang memelihara rumah suci-NYA itu.
Belum sampai ke gunung, Abdul Muthalib mendapat kabar pasukan Abrahah telah hancur. Abrahah juga tewas. Mereka mati karna kedatangan burung tiba-tiba secara berbondong dengan membawa batu hitam seperti tanah dan berapi. Burung-burung itu menjatuhkan batu-batu. Apabila terkena batu itu, seketika itu badan terasa gatal. Siapa yang menggaruk, jatuhlah dagingnya. Gajah-gajah pun menjadi bangkai.
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar lalu Dia menjadikan mereka seperti daun yang dimakan ulat. (QS. Al Fiil 1-5)